Tipe penjual

TIPE PENJUAL yang MANAKAH ANDA?

Menjual adalah seni, bagaimana kita mengelola emosi, mempertemukan ide, komunikasi dan mengerti sisi psikologis baik diri kita maupun calon pembeli kita.

Menjual bukanlah sekedar menawarkan sebuah produk atau jasa semata, namun bagaimana menyampaikan ide (gagasan) Anda kepada orang lain, bagaimana memengaruhi emosi orang lain agar menyukai Anda serta bagaimana solusi masalah yang Anda ajukan diterima oleh calon pembeli produk Anda

Kita selalu terlibat dalam proses penjualan dalam setiap kesempatan tanpa bisa kita hindari. Misalnya ketika Anda membujuk (ehem...) calon istri anda untuk menjadi istri Anda. Dalam proses tersebut Anda telah menjual 'diri Anda' untuk dibeli oleh calon istri Anda. Bahkan seandainya terjadi penolakan, proses menolak tersebut juga merupakan proses penjualan. Dia menjual alasan mengapa tidak mau menikah sekarang atau selamanya (hehehehe) dengan Anda.

Untuk itu keterampilan menjual perlu Anda kuasai. Berikut adalah tipe2 penjual yang pernah saya temui

1. Tipe perengek. Tipe ini adalah tipe yang memohon belas kasihan dari orang lain. Tidak selalu berhasil dan terkadang kurang efektif, walaupun saya yakin semua diantara kita pernah menggunakan strategi ini. Kenapa saya namakan 'perengek', sederhananya Anda bisa lihat anak2 kalau meminta sesuatu pada ortunya. Penjualan dilakukan melalui perspektif diri Anda sendiri tanpa mempertimbangkan perspektif calon pembeli Anda. Misalnya: "pak tolong lah pak dibeli, saya belum makan nih hari ini", "kalau saya pulang dengan tangan kosong, istri saya bisa marah nih, jadi ambil ya bu barangnya" dst.

2. Tipe Pemaksa. Tipe ini banyak dijumpai ketika Anda bertemu dengan sales door to door. Mereka ngotot dan memaksa meskipun prospek sudah menjelaskan tidak tertarik atau tidak membutuhkan produknya. Cara ini juga kurang efektif, karena bisa jadi di kemudian hari prospek merasa di tipu sehingga tidak terjadi repeat order dan semakin negatif dengan profesi salesman/salesgirl

3. Tipe Memerintah. Tipe ini biasanya dilakukan oleh orang yang memiliki otoritas lebih tinggi. Misalnya saja seorang pemimpin pada bawahannya. "Eh kamu beli ini ya, masing2 orang beli satu, saya kasih diskon, saya juga pakai nih" salah satu contohnya. Tipe ini juga kurang efektif, karena bila otoritas Anda sudah berkurang, maka orang tidak akan maublegi membeli dari Anda, dan berpontensi tidak menyukai Anda.

4. Tipe Negosiator. Tipe ini memberikan penawaran kepada prospek sesuatu yang Anda korbankan nanti. Misalnya saja Anda memberikan bonus jika prospek membeli produk Anda. Bonus tidak selalu berupa produk, bisa juga berupa jasa atau potongan harga di pembelian berikutnya.

5. Tipe Persuasi. Tipe ini menggunakan pendekatan psikologi untuk memengaruhi prospek dengan menggunakan pengetahuan tentang perilaku manusia.

6. Tipe Hipnotis. Tipe ini mempelajari cara kerja pikiran dalam mengolah dan menerima informasi. Ini adalah tipe yang paling saya suka dan merupakan pengembangan dari tipe persuasi. Di dalamnya juga termasuk covert hypnosis, hypno selling, NLP, dll.

7. Tipe Spiritual. Tipe ini menggunakan pendekatan spiritual dalam menjual produknya. Lebih mementingkan sikap dan perilaku untuk mendahulukan prospek dibanding dirinya serta mendahulukan nilai2 spiritual dalam penjualan. Termasuk diantaranya adalah selling with love, selling with heart, spiritual selling, dll

Sejujurnya tidak ada tipe yang paling baik antara satu dengan yang lain, semua tergantung dengan prospek Anda, mempelajarinya secara keseluruhan akan memberikan fleksibilitas pada Anda dan membuat aktifitas menjual menjadi semakin menyenangkan.

Seperti biasa, Anda bebas membagikan status saya ini, agar semakin banyak manfaat yang bisa Anda tularkan kepada orang lain

Salam Cemerlang

Reed wanadi

Komentar